Friday, October 8, 2010

90th days of my Heart Journey


The CLICK not the CLICHED
Bayangkan bahwa hari ini cuaca cerah, anda berada dalam mood terbaik, siap menjalani hari dengan senyum diwajah, dan teman baik anda datang membawa kesempatan, kesempatan untuk bertemu dengan soul-mate anda. Will you grab the chance?. So here comes the man, start with an excellent recommendation from your friend, continued with a simple message he left in your facebook inbox, chatting at YM, and one day she ask you out, and upon your good faith you say yes.

finally on the middle September, in the sunny Wednesday when the wind calm, i meet her. A new face that bring dopamine back in to my brain. Her brown eyes, her calm voices, i thanks to cupid for what her choose for me. Days goes by i know her by an hours we spend on the phone, i always love vacation month, to be in love with someone in vacation month is a plenty of pleasure. one little kiss started everything, and a commitment is the reward. What a beautiful 30 days we spend....

More Today than Yesterday
Bicara komitmen, berarti kita bicara tentang janji, tentang keintiman yang ekslusif. Kalau kita sudah berjanji dengan resiko apapun kita mencoba untuk menepatinya. Saya selalu menyukai komitmen sebagai rambu yang paling baik untuk membedakan mana yang biasa dan mana yang istimewa. Selama 30 hari berikutnya saya merasa istimewa saya merasa beruntung, dan orang yang beruntung selalu tahu caranya bersyukur.

Dia membuat saya mau merubah sudut pandang saya, membawa banyak senyum dan tentunya membuat saya belajar menghormati. Bukan mencintai tapi menghormati. Kasta tertinggi dari rasa sayang, menurut Rieza Ayuningtias, sahabat saya adalah menghormati. 30 hari yang tersimpan baik dihati saya, dibuktikan dengan sealbum foto berdua dan menurut saya adalah bukti bahwa kita pernah berbagi waktu yang menyenangkan, mellow? yes i am, just blame the rain...

Push the Button
Seperti sebuah buku, bab tentang perkenalan selalu ada diawal cerita, jika anda sudah melaluinya, bukan berarti di bab selanjutnya anda tidak akan pernah melihat ke awal, yaitu kembali pada bab tentang perkenalan. Biasanya yang membuat kita menengok ke awal adalah ketika kita kehilangan arah, awal selalu dianggap sebagai titik baik untuk menemukan jawaban, dan yang selalu membuat kita melihat ke awal adalah karena kita berseteru. Perseteruan biasanya lahir dari adaptasi yang setengah hati, dihiasi pikiran negatif dan akhirnya keluar keras lewat kata-kata cadas.

Perseteruan selalu diikuti 2 pilihan, untuk berdamai atau terus berkonflik. Apapun pilihan yang anda ambil diakhir tetap saja perseteruan membuat anda tidak tenang. Waktu seakan menjadi lebih panjang, meninggalkan anda untuk berpikir jauh dari yang seharusnya. saat-saat seperti itu sungguh menyiksa.

Sahabat saya bilang, "lain ladang, lain belalang" maksudnya lain orang lain kebiasaan, saya termasuk orang yang suka berkelompok, saya percaya bahwa kerja team akan menghasilkan kreasi yang lebih baik dari pada yang dihasilkan seorang individu. Saya percaya bahwa kebersamaan adalah hakekat manusia sebagai makhluk sosial. Bukankah kita diciptakan untuk berpasang-pasangan???

Kali ini saya belajar mendengar bahwa jawabnya adalah tidak, kebersamaan bukanlah hal yang baik untuk yang tidak sama lagi hatinya. dan kali ini saya menerima. tanpa kata, tanpa membela.



No comments:

Post a Comment